Home berita Tugas Kita Menjadi Pahlawan

Tugas Kita Menjadi Pahlawan

165
0
SHARE
Tugas Kita Menjadi Pahlawan

Keterangan Gambar : Ilustrasi pahlawan. sumber foto: kompasiana.com

TAK terhitung jumlah pahlawan yang telah mengabdi kepada Negara Republik Indonesia. Dengan caranya masing masing, para pahlawan membela rakyat Indonesia tanpa pamrih. Sempat terpikir, siapakah yang membayar jasa para pahlawan di masa lampau? Dengan apa mereka di balas budi? Apa yang menjadi motivasi mereka dalam membela bumi Indonesia?

Pedihnya para pahlawan menaikkan sang saka Merah Putih yang sedang berkibar di lapangan upacara. Tetes darah dan peluh ikut membentuk lautan luka bersama cekungan lutut rayapan para pahlawan. Yang dibalas dengan pengkhianatan tak berbentuk yang diberikan muda mudi keturunannya sendiri. Indonesia butuh pejuang, butuh pahlawan yang menggenggam tanah bumi Indonesia dengan bangga, khidmat membaui hidung dengan itu, menyelimuti badan sendiri. Lautan penuh darah dan peluh meresap melalui pori ke dalam jiwa raga.

Tembok manalagi yang harus di tembus? Kubangan lumpur manalagi yang harus diceburi? Hutan manalagi yang harus dilalui? Bukan perihal itu lagi, tekad sudah di tangan, ilmu melekat di ubun-ubun, hapal luar kepala, fisik tak membebani, tak kurang satupun, mental tiada sakit, hanya satu, hanya satu yang kita tidak punya, rasa sakit. Muda mudi Indonesia tidak pernah merasakan sakit sama halnya seperti para pejung kemerdekaan. Rasa sakit tak terbantahkan hasil kerja tanpa upah. Tak dihargai di tanah sendiri. Rasa sakit itu tak dirasakan oleh muda mudi. Tak ada api membara di dada untuk merebut tanah kita kembali. Tanah kita, Indonesia sudah di tangan kita.

Tak ada lagi perang berdarah merah.

Peristiwa 10 November perang berdarahmerah. Peristiwa 10 November tetap melekat di jiwa, perlawanan Bung Tomo beserta banyak pejuang serta pahlawan lainnya melawan Inggris adalah salah satu perang terberat sejarah Indonesia. Perang yang tidak diharapkan terjadi setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Banyaknya pejuang Indonesia dan tentunya rakyat Surabaya sendiri berguguran di perang ini. Tanggal 10 November pun dinobatkan sebagai Hari Pahlawan.

Penulis            : Najma
Redaktur        : Astri