Home berita Science Film Festival Digelar di Matauli Pandan

Science Film Festival Digelar di Matauli Pandan

49
0
SHARE
Science Film Festival Digelar di Matauli Pandan

Keterangan Gambar : Kepala SMAN 1 Matauli Pandan bersama tim Science Film Festival

 

Mataulinews.com - Dari 42 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia. SMA N 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Science Film Festival tahun 2018, Selasa (30/10/2018).

Elizabeth Soegiharto dalam siaran Persnya menjelaskan, Science Film Festival tahun 2018 sudah dilaksanakan sejak tanggal 23 oktober sampai 13 November 2018. Thema yang diangkat dalam festival ini adalah “Revolusi Pangan, menghadapi tahun 2050”.

Science Film Festival ini menyoroti tantangan mengurangi gas rumah kaca, serta memperkenalkan tema yang diangkat dalam festival ini kepada anak-anak di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika dan Timur Tengah.

“Festival kali ini berupaya menjelaskan resiko lingkungan yang terkait dengan perilaku konsumen pangan, serta solusi-solusi potensial masa depan dengan cara yang menyenangkan dalam permainan dan mudah dipahami,” katanya.

Ia menjelaskan, Goathe-Institut ini singgah di indonesia untuk ke-9 kalinya, total pengunjungnya hampir satu juta di seluruh dunia dan di Indonesia 80 ribu pengunjung.

“42 kota di seluruh Nusantara, yakni Aceh, Denpasar, Bandung, Bangka, Batam, Bogor, Cikarang, Cianjur, Denpasar, Jakarta, Jambi, Jayapura, Karangayar, Klaten, Kupang, Magelang, Makassar, Malaka, Malang, Manado, Manggarai Barat, Maumere, Medan, Meulaboh, Palembang, Pekalongan, Salatiga, Samarinda, Sidoarjo, Soe, Sorong, Sumedang, Surabaya, Tangerang, Tapanuli Tengah, Toba Samosir, Tobelo, Tomohon, Waibakul, Waingapu, dan Yogyakarta,” pungkasnya.

Kepala Sekolah SMA N 1 Matauli Pandan, Murdianto dalam sambutannya mengharapkan Science Film Festival tahun 2018 ini bisa menjadi ajang untuk menambah wawasan para siswa yang lahir menjadi generasi Milenial, untuk memahami perubahan dalam revolusi pangan di dunia.

”Kesempatan yang langka ini, manfaatkan sebagai sumber pengetahuan untuk melakukan eksperimen-eksperimen sains kedepannya,” kata Murdianto. (yohana)