Home berita RRI Gandeng Matauli Tangkis Bahaya Narkoba

RRI Gandeng Matauli Tangkis Bahaya Narkoba

171
0
SHARE
RRI Gandeng Matauli Tangkis Bahaya Narkoba

Keterangan Gambar : RRI dan para Guru serta pelajar Matauli saat foto bersama.

Mataulinews.com - Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. "Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum remaja. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu- waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja," ujar kepala sekolah, Murdianto saat diwawancarai RRI Sibolga terkait bahaya penyalahgunan Narkoba, Selasa, (22/1/2019). Selain itu, ketua OSIS dan beberapa siswa yg diwawancarai juga mengakui akan bahaya narkoba yang bisa menyerang kalangan remaja kapan saja. "Kami sdh berkomitmen utk menjauhinya. No drugs but prestasi Yes," jelas Fadil selaku ketua OSIS. "Kita sudah antisipasi bahaya tsb sejak awal para siswa masuk sekolah, ada tes urine dan juga kesehatan. Kemudian kontrol setiap awal semester secara berkala," timpal Murdianto. Ditanya mengenai bahaya narkoba, para siswa memahami akan bahaya tersebut dan tidak berpikir, bahkan untuk mencobanya. Kemudian diminta seorang guru untuk menjelaskan cara agar para siswa jauhi narkoba, secara prefentif disela-sela pelajaran disampaikan informasi bahayanya narkoba. "Kepada para siswa juga diberikan tugas untuk mencari tahu tentang bahayanya dan didiskusikan di kelas," jelas Ahmad Marsudi, guru PKn di sekolah tersebut. Diakhir wawancara, tim RRI, James Fransiskus minta berfoto bersama. Kesan mendalam setelah wawancara dengan siswa Matauli yang cerdas dan santun. Laporan: Yohana Redaktur: Astri