Home berita Meriahnya Hari Guru ke-73 di SMA Negeri 1 Matauli

Meriahnya Hari Guru ke-73 di SMA Negeri 1 Matauli

167
0
SHARE
Meriahnya Hari Guru ke-73 di SMA Negeri 1 Matauli

Keterangan Gambar : Pemotongan Tumpeng di peringatan hari Guru di SMAN 1 Matauli Pandan. Foto: Mataulinews.com

Mataulinews.com, - Peringatan Hari Guru Nasional (PHGN) ke 73 di SMA Negeri 1 Matauli Pandan berlangsung meriah, Sabtu (24/11) pagi hingga siang.

Berbagai kegiatan digelar, diawali seremoni upacara yang dihadiri seluruh murid dan para guru. Acara berlanjut dengan rangkaian kegiatan di aula Gymnasium.

Aula itu telah ditata apik sedemikian rupa oleh para murid yang menjadi panitia penuh di acara tersebut. Seribuan murid dan puluhan guru memenuhi aula. Kegiatan pun diawali tarian persembahan diiring musik melayu.

Berlanjut sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Matauli, Murdianto. Dia menekankan beberapa hal penting. Diantaranya, mengembalikan hakikat keguruan dengan tiga semboyan pendidikan.

"Guru harus kembali kepada fitrah, guru harus kita refresh, ada Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani, ini adalah ajaran Ki Hajar Dewantoro," kata Murdianto.

Dia juga memberi penekanan kepada para guru utamanya guru PPKn, guru Agama dan guru lain yang berhubungan dengan akhlak dan pembinaan karakter.

"Coba diperkenalkan kembali 36 butir-butir Pancasila itu kepada siswa. Ini PR, bagaimana mengamalkan Pancasila jika butirnya tidak dipahami," tukasnya.

Ia juga berpesan, soal peringatan hari guru yang dilaksanakan. Agar tidak sekedar mempertahankan seremoni semata, tapi lebih jauh kepada usaha mempertahankan makna.

"Mulailah meng-orang-kan bapak dan ibu guru dalam kapasitas mereka, seperti orangtua kalian. Jika kalian sudah menyapa bapak ibu guru dengan baik, maka acara ini berhasil. Maka pakta integritas itu sudah dijalankan," urainya.

"Termasuk menjalankan ibadah dengan baik, baik nasrani maupun muslim. Yang penting adalah aktualisasinya," timpalnya.

Di akhir amanahnya, Murdianto juga menegaskan pentingnya menjaga karakter di kalangan siswa-siswi, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

"Mempertahankan karakter itu termasuk dalam sikap sehari-hari," katanya.

Sementara itu, berbagai rangkaian acara juga berlanjut. Diantaranya, pemotongan tumpeng dan penyerahan cinderamata kepada kepala Sekolah dan para guru. Aksi apik seorang guru, Patar Pardede bermain seksofon mengiringi lagu batak 'Tangiangni Dainang' berhasil menyedot perhatian.

Tak kalah menarik, saat sejumlah guru menaiki panggung dan menari ala remaja trend. Mengenakan ikat kepala, para guru terlihat asik. Riuh tepuk tangan dari para murid dan guru mengiring aksi memukau itu.

Penulis     : Yohana

Redaktur  : Damai Mendrofa