Home berita Mataulinews.com, Era Baru Jurnalisme Pelajar Matauli

Mataulinews.com, Era Baru Jurnalisme Pelajar Matauli

366
0
SHARE
Mataulinews.com, Era Baru Jurnalisme Pelajar Matauli

Mataulinews.com, - Matriks (Matauli Atraktif Aspiratif dan Kreatif). Pelajar, yayasan, sekolah, alumni dan orang-orang terdekat dengan Matauli, mengenal nama ini. Sebuah Majalah yang dibangun, dikelola oleh jurnalis pelajar di Matauli.

Kini, era baru akan dimulai. Sebuah gebrakan mendasar telah dilakukan dengan melirik segmen yang lebih milenial: yakni media dalam jaringan (daring). Sebuah media berbasis online kini telah hadir menggantikan Matriks.

Didapuk bernama Mataulinews.com, media ini akan menjadi jendela baru tersajinya informasi seputar Matauli dan dinamika yang berkembang di dalamnya. Kepengurusan dan struktur dewan redaksi media ini juga telah diperbaharui. Kerja-kerja jurnalisme yang cepat, tepat dan akurat akan disajikan secara berkala.

Mataulinews.com, Gagasan Revolusiner Murdianto

Hadirnya Mataulinews.com, tak luput dari andil ide, gagasan revolusioner serta dorongan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Murdianto. Mataulinews.com menjadi wajah baru Matriks yang selama ini berjalan perlahan dan cenderung terbatas di sisi penyajian.

“Majalah matriks kalian itukan rata-rata terbitnya 6 bulan atau 1 tahun sekali. Kalian bayangkan di era mienial ini berita dibaca 1 tahun atau 6 bulan sekali. Berarti dari sisi kehangatan dan ke update-annya berita itu sudah expired,” kata Murdianto saat ditemui tim reporter Matauliews.com di ruangannya, Jumat (9/11).

Kecepatan informasi, menurut Kepala Sekolah saat ini menjadi sesuatu yang penting di tengah perkembangan informasi dan teknologi saat ini.

“Sekarang ini sudah real time, harus bisa meng-update informasi darimana-pun juga dalam waktu yang secepat-cepatnya. Maka harapan saya jangan sampai anak-anak siswa matauli dan keluarga besar Matauli itu ketinggalan berita itu yang pertama,” ungkapnya.

Selain itu lanjut dia, kehadiran Mataulinews.com juga sebagai perpanjangan tangan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Matauli untuk diketahui masyarakat secara meluas dan lengkap.

“Harapan saya seluruh kegiatan di Matauli itu real time, setiap saat bisa dipublikasi, maksimal satu hari berikutnya itu harapan saya. Kemudian cepat dan murah,” tukasnya.

Sebagai penanggung jawab SMA Matauli, sambung Murdianto, dirinya berkeyakinan Mataulinews.com akan menjadi media edukasi yang informatif kepada banyak pihak terutama ke masyarakat. Matauli yang telah berdiri sejak 25 tahun lalu, kini tidak tidak lagi dalam tataran pembangunan imej dan citra.

“Periode matauli setelah 25 tahun pertama ini adalah sudah pengembangan sistem. Pengembangan sistem itu apa? Maka Matauli ini harus bisa berkreasi, inovasi, mengasilkan karya-karya yang terbaik, tidak lagi menjadi bentuk. Seluruh prestasi yang dibuat oleh kalian yang diciptakan oleh bapak ibu guru dan yang kalian rebut itu harus bisa dimasukkan ke dalam berita ini dan masyarakat bisa mengakses dengan cepat dan mudah,“ jelasnya.

Jurnalisme di Sekolah, Berlatih Benar, Jujur dan Bertanggungjawab

Hadirnya jurnalisme di lingkup sekolah menurut Murdianto memiliki nilai positif. Jurnalisme menurut dia adalah soal melatih bagaimana menulis kebenaran, jujur, bertanggungjawab.

“Sehingga di dalam karakter itu yang disebut dengan berintegritas. Berintergritas itu salah satunya ya berlaku jujur besikap, bertindak ,jujur, kemudian ada nilai-nilai keteladanan kemudian santun, dan kita menyukai apa dan bertanggungjawab apa yang kita rilis (beritakan-red),” kata Murdianto.

Meski menjadi wadah pembelajaran kepada para pelajar, Murdianto menegaskan, apa yang dilakukan para jurnalis pelajar di Matauli harus dapat dipertanggungjawabkan juga secara hukum.

“Meskipun ini dalam proses pembelajaran itu kita harus tahu , oh ini sudah ada UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), bagaimana kita berlaku santun tidak menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain, kemudian tidak menyebarkan berita hoaks, berita-berita bohong,” tegasnya.

Penulis                : Tim (Astri, Yohana, Fatimah)
Redaktur             : Damai Mendrofa