Home berita CINTA LINGKUNGAN

CINTA LINGKUNGAN

(Dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup)

84
0
SHARE
CINTA LINGKUNGAN

Keterangan Gambar : Sri Sendayu Purba. Foto: Dokumentasi pribadi

Oleh: Sri Sendayu Purba, Mahasiswi Pascasarjana IAIN Padang Sidimpuan

Tanggal 10 Januari sudah kita ketahui sebagai Hari Lingkungan Hidup Nasional. Hari ini tentunya bukan hanya simbolik belaka, namun sarat akan makna. Diantaranya adalah pesan agar manusia senantiasa tetap mencintai lingkungan sekitar. Hal ini tentunya perlu dipertimbangkan, mengingat betapa urgennya lingkungan bagi kehidupan manusia.

Selain itu peringatan Hari Lingkungan Hidup juga bermakna pesan moral bagi manusia sebagai makhluk cibtaan Tuhan yang tidak terlepas dari keberanekaragaman hayati. Namun, sangat miris sekali kita temukan manusia yang tidak sadar betapa pentingnya mencintai lingkungan sekitar.

Sudah barang tentu lingkungan menjadi titik perhatian semua pihak. Hal ini berkaitan dengan apa yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia, No. 32 Tahun 1999 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sudah barang tentu UU ini menjabarkan terkait bagaimana menjamin hak pengelolaan secara berkelanjutan dan bijaksana, menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Namun, kenyataan yang kita temukan saat sekarang ini banyak kita temukan kasus bencana alam, yang terjadi karena kurangnya perhatian manusia terhadap lingkungan. Bahkan dalam kasus yang lebih berat manusia merusak lingkungan dengan sengaja demi kepentingan sendiri.

Misalnya saja bencana banjir yang terjadi pada bulan Oktober 2018 kemarin yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra Utara khususnya. Seperti banjir bandang yang terjadi di Desa Manunggang, Goti dan Manegen di Kota Padangsidimpuan Tenggara. Banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai Salambue. Hal ini tentunya disebabkan oleh kebiasaan masyarakat membuang sampah dibantaran sungai serta penebangan hutan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga sungai tidak mampu menahan debit air yang banyak akibat derasnya air hujan.

Selain itu masyarakat di Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal pun mengalami peristiwa yang sama. Bahkan sampai menelan korban jiwa sebanyak 17 orang dikabarkan meninggal dunia akibat banjir yang terjadi. Selain itu banjir juga di ikuti dengan terjadinya longsor di beberapa titik jalan. Sehingga menyebabkan rusaknya beberapa bagunan rumah warga dan sejumlah bagunan pemerintahan.

Kasus-kasus ini adalah sebagian dari marahnya alam. Akibat ketidakmampuan manusia menjaga lingkungan sekitar. Selain itu, Kasus-kasus ini selayaknya dijadikan pelajaran yang berharga betapa manusia harus mampu bersahabat dan berkawan dengan lingkungan. Sehingga saling bersinergi satu sama lain dan mencibtakan kehidupan yang lebih nyaman.

Redaktur: Astri